• Selamatkan Indonesia dari Ideologi Takfiri dan Terorisme

    #IndonesiaTolakTakfiri - Negara seperti Indonesia yang konstitusinya mengakui dan menjamin kebebasan warganya dalam beragama dan berkeyakinan sejatinya tidak memberi kebebasan bagi bentuk-bentuk keyakinan berkarakter Takfiri. Karena keyakinan Takfiri dan ekspresinya berlawanan dengan makna hakiki dari “kebebasan” itu sendiri. kelompok yang memiliki keyakinan agama berkarakter Takfiri sangat mudah memvonis kalangan lain yang berbeda dengannya sebagai golongan yang “sesat” dan “kafir.” Mereka [...]

  • Mengenal Identitas Kelompok Takfiri

    #IndonesiaTolakTakfiri - Perang melawan pemikiran dan aktivitas kelompok Takfiri tampak semakin terorganisir bersamaan dengan meningkatnya kegiatan dan kejahatan mereka di beberapa negara Islam. Di Mesir, Front Melawan Pemikiran Takfiri mengirim para juru dakwah ke sejumlah provinsi di negara itu untuk mengenalkan masyarakat dengan ajaran Islam murni serta melawan pemikiran dan akidah Takfiri. Mereka menyiapkan 10 ribu brosur untuk memperkenalkan Islam murni kepada masyarakat dengan melibatkan para ulama dan cendekiawan dari Universitas al-Azhar. Koordinator juru dakwah front [...]

  • Misi Kelompok Takfiri di Dunia Islam

    #IndonesiaTolakTakfiri - Dunia Islam dalam beberapa bulan terakhir melewati saat-saat yang sulit dan menentukan. Dari satu sisi, gerakan Kebangkitan Islam di negara-negara yang diperintahkan oleh diktator di Afrika Utara dan Timur Tengah telah mengancam kepentingan ilegal kekuatan hegemonik dan arogan dunia. Di sisi lain, gerakan-gerakan yang bertujuan untuk menciptakan perpecahan dan konflik sektarian di tengah umat semakin agresif melancarkan operasi mereka di kawasan. Kelompok Takfiri dan Salafi mendapat dukungan luas dari pemerintah-pemerintah Barat dan raja-raja Arab untuk menjalankan misi [...]

  • Kejahatan Takfiri dan Standar Ganda Barat

    #IndonesiaTolakTakfiri - Kebijakan standar ganda Barat semakin tampak jelas di dunia seiring berlanjutnya krisis berdarah di Suriah. Barat menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dan menciptakan kegaduhan politik dan propaganda media untuk mengotorisasi serangan militer ke negara Arab itu. Namun, Barat – yang mengaku mencintai nilai-nilai kemanusiaan dan HAM – menutup mata dari kejahatan yang dilakukan oleh kelompok Salafi yang berafiliasi dengan Al Qaeda di Suriah. Jika kejahatan teroris Takfiri itu menimpa salah seorang dari masyarakat Barat, maka pemberitaan [...]

  • 5 Fatwa Konyol ala Ulama Wahabi

    Situs Merdeka.com memuat berita tentang lima fatwa konyol yang dikeluarkan ulama-ulama Wahabi. Sebenarnya bukan hal asing lagi, ulama-ulama Wahabi memang selalu membuat fatwa aneh dan nyeleneh, membuat fatwa yang hanya mempermainkan Islam dan untuk kepentingan mazhabnya. Seperti pernah diberitakan IslamTimes.org beberapa waktu lalu, ulama Wahabi menghalalkan perempuan-perempuan Suriah untuk diperkosa dan dijadikan budak seks para teroris bayaran Saudi. Pernah pula ada fatwa wajib menghancurkan gereja-gereja yang ada di Timur Tengah, dan [...]

Jumat, 24 April 2015

Pimpinan Disebut Tolol, Taliban Umumkan Perang dengan ISIS

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Jumat, April 24, 2015
#IndonesiaTolakTakfiri - Gara-gara disebut tolol, pimpinan tertinggi Taliban Mullah Mohammad Omar menyatakan perang terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, di mana kedua belah menyatakannya sebagai jihad.

Dikutip dari harian indiatimes, Kamis (23/4), pernyataan perang ini diketahui dari Nabi Jan Mullahkhil, kepala polisi salah satu provinsi di Afghanistan. Dalam sebuah wawancaranya dengan radio lokal, dia mengaku melihat sebuah dokumen di mana kedua militan itu saling menyatakan jihad terhadap satu sama lainnya.

Bentrok antara keduanya ini terjadi akibat Al-Baghdadi menyebut Mullah Omar sebagai orang bodoh dan pemimpin perang yang buta huruf. Tak hanya itu, pemimpin ISIS itu menyebut Mullah Omar tak pantas menjadi pemimpin spiritual maupun politik.

Di saat bersamaan, milisi Taliban telah diperintahkan untuk mencegah bendera ISIS berkibar di tanah Afghanistan. ISIS pun menanggapinya dengan menyebut mereka lebih baik dibanding Taliban dalam dua tahun terakhir. Bahkan, mereka telah mengendalikan Twitter dan internet.

Tak hanya itu, ISIS mengklaim telah memburu ratusan militan Taliban di Pakistan.

Sumber: Shabestan

Senin, 06 April 2015

Musnahkan Pasukan ISIS, Allah Cukup Kirim Seekor Lalat

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Senin, April 06, 2015
Leishmaniasis, penyakit mematikan yang kini menyerang para milisi ISIS.
#IndonesiaTolakTakfiri -Para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) teridentifikasi banyak yang mengalami penyakit kulit mengerikan dan mematikan. Penyakit kulit yang membuat daging tergerogoti dan mematikan itu disebabkan virus, yang pada faktanya dibawa oleh seekor lalat.

Penyakit Leishmaniasis, dibawa oleh seekor lalat–-spesies tertentu yang membawa parasit, dan mengirimkan virus mematikan yang akan terus menggerogoti daging tempat bermukimnya.

Penyakit iniah yang terjadi pada sejumlah besar milisi ISIS di Irak dan Suriah. Sebagian besar dari mereka, dilaporkan Mirror, Ahad (5/4), telah ternfeksi dan terus menularkan dari satu milisi ke milisi lainnya.

Pasukan ISIS disebut-sebut tidak mau mendapat perawatan meski ada peluang sembuh jika dilakukan tindakan medis. Penularan penyakit, diduga berasal dari kolam renang besar para militan yang terinfeksi penyakit. Kolam itu biasa dipakai para pasukan ISIS mandi secara bersama atau bergantian. Serangan penyakit juga diduga berasal dari kebersihan lingkungan yang buruk.

Tenaga medis lokal tidak melengkapi peralatan medis atau pemahaman yang tepat untuk penyembuhan dan pencegahan. Padahal, dalam beberapa rekam medis, Leishmaniasis bisa menghasilkan borokan, demam tinggi, sel-sel darah merah yang rendah, pembesaran limpa dan hati yang berujung pada kematian.(Republika)

Sabtu, 04 April 2015

Tidak Ada Untungnya Bergabung Dengan ISIS ( 3 )

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Sabtu, April 04, 2015
#IndonesiaTolakTakfiri - Para anggota juga bergantian memasak dan membersihkan rumah yang digunakan untuk tinggal bersama. Rumahnya hanya berlantaikan semen dan tanpa listrik, tapi cukup memiliki fasilitas untuk kebutuhan dasar dan rumahnya ditempati bersama untuk 12 orang.

Juanedi hanya dibayar SYP 8,000 (Syirian Pound) jika dikurskan ke dollar US sekitar $ 42.34 (sekitar Rp 551.160.95) perbulan dan bisa mendapatkan bonus THR sebesar SYP 24,000 (sekitar Rp 1.653.639.06). Junaedi bersama temannya Syahrial merasa tidak betah setelah berada di Suriah selama lima bulan dan meminta untuk pulang ke Indonesia sebanyak tiga kali. Mereka akhirnya diizinkan kembali pada bulan September tahun lalu setelah mereka mencabut sumpah mereka terhadap ISIS dan tidak pernah kembali ke Suriah atau mereka diancam akan dibunuh karena dianggap sebagai mata-mata.

Kekecewaan Juanedi tidak berakhir sampai dia pulang ke Indonesia. Ia tidak hanya harus membayar sendiri ongkos pulangnya ke Malang, tetapi ia juga merasa dibohongi karena tidak sepeserpun hutang-hutangnya dilunasi seperti yang telah dijanjikan diawal, seperti diberitakan TheJakartaPost.

“Saat saya kembali ke Malang, saya diminta membayar semua pengeluaran saya saat berangkat ke Suriah sekitar Rp 20 juta. Saya menolak membayar karena tidak ada satupun yang pernah meminta saya diawal.” ujarnya, kini ia hanya memiliki sisa uang USD 250 (Sekitar Rp 3.254.375) dari sisa perjalannnya dari Suriah.

Junaedi terdiam saat ditanya apakah dia akan merekomendasikan orang lain untuk bergabung bersama ISIS ke Suriah, sebelum mengatakan hal tersebut bukanlah pilihan yang mudah.
“Pikir lagi sebelum memutuskan berangkat ke Suriah, jangan gegabah” ujarnya. (Liputan Islam)

Tidak Ada Untungnya Bergabung Dengan ISIS ( 2 )

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Sabtu, April 04, 2015
#IndonesiaTolakTakfiri - Meskipun semua pengeluaran selama perjalanan ditanggung oleh Salim, Junaedi merasa perjalanan ke Suriah ternyata sulit. Mantan pedagang bakso ini meninggalkan empat orang anaknya dan istrinya di Malang pada tanggal 23 Maret tahun lalu dan berangkat bersama 19 orang lainnya termasuk Salim bersama anaknya yang baru berusia 10 tahun, kemudian mereka transit di Jakarta dan Kuala Lumpur, sebelum akhirnya tiba di Istambul, Turki.

Setelah itu mereka menggunakan bus selama 18 jam menuju kota Gaziantep yang berada di perbatasan Suriah, mereka bertemu seorang Suriah yang mengatakan kepada mereka untuk melintasi kawat berduri dengan berjalan kaki, seperti diberitakan TheJakartaPost.

“Kemudian kami berada disana selama 24 hari di sebuah camp yang hanya dihuni oleh orang-orang Indonesia, kami diajari cara untuk menggunakan senjata, diajari dokrtin Islam dan diminta untuk lari pagi” ujar Junaedi.

Tidak lama setelah itu mereka pindah ke camp yang lain. Disitulah mereka bertemu dengan lusinan orang-orang lainnya dari negara yang berbeda, kemudian mereka diajari keterampilan lainnya. Ditempat itu, anggota yang dirasa cukup fit dan lancar berbahasa Arab akan dipilih untuk bersama pejuang ISIS lainnya.

Juanedi tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjadi tentara ISIS, ia juga merasa bahwa tugasnya untuk menjaga desa Harari, sebuah desa di timur Al-Bab di Suriah, membuatnya bosan dan merasa kecewa. Jauh dari bayangannya sebelumnya dimana ia bisa membantu sesama Muslim lainnya.

“Saya akui bahwa saya sangat kecewa dan lelah dengan semua hal itu. Ketika saya menghubungi istri saya sebulan sekali, dia selalu meminta saya kapan saya akan pulang karena dia tahu bahwa saya memang ingin pulang” tuturnya.

Junaedi dan 11 orang lainnya yang berasal dari Indonesia, diberi tugas untuk menjaga selama dua jam secara bergantian dalam sehari untuk menjaga kota, mereka dilengkapi dengan senjata AK-47. Sisanya ia pergunakan untuk membaca Al-Quran sendirian atau bersama yang lainnya. Dia mengatakan bahwa mereka tidak diberitahu berita apapun dan hanya dapat menghubungi keluarga mereka satu kali dalam sebulan selama berada di Al-Bab. (fie)

Tidak Ada Untungnya Bergabung Dengan ISIS ( 1 )

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Sabtu, April 04, 2015
#IndonesiaTolakTakfiri - Dengan mengenakan kaus berwarna merah anggur bergaya Arab dan celana pendek cargo, Ahmad Juanedi (31) menghela nafas dalam ketika ia menceritakan pengalamannya bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Suriah tahun lalu.

“Tidak seperti yang saya bayangkan. Ketika saya pertama kali tiba di lokasi dan menjalankan tugas saya, saya merasa seperti hanya melakukan hal kecil untuk membantu orang lain” ujarnya saat diwawancara oleh wartawan disebuah Hotal di Depok, Jawa Barat seperti diberitakan oleh TheJakartaPost (1/4/2015).

Junaedi juga bersama Helmi Muhammad Alamudi dan Abdul Hakim ditangkap di Malang, Jawa Timur, pekan lalu setelah diketahui baru kembali dari Suriah.
Junaedi adalah orang Indonesia pertama yang mau menceritakan pengalamannya ketika berjuang bersama ISIS.

Junaedi sebelumnya pernah bergabung dengan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), ia mengatakan pertama kali didekati oleh Salim Mubarok Attamimi atau juga dikenal dengan nama Abu Jandal al Yemeni al Indonesi, awal tahun lalu diketahui berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.

Salim dikenal sebagai seseorang yang muncul disebuah video yang mengejek TNI, diduga seperti yang diceritakan Junaedi bahwa ia ingin tinggal dalam negara yang dipimpin seorang khalifah Islam dan bergabung untuk membantu Muslim Sunni yang tertindas di Suriah.
Junaedi yang juga lulusan sebuah pesantren, mengatakan ia merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan membantu saudara-saudaranya.

“Saya juga merasa tergiur dengan tawaran Salim yang akan membayar semua hutang-hutang saya. Dia bilang bahwa semua hutang-hutang saya akan dilunasi dan kami akan diberikan gaji yang cukup besar” ujar Junaedi.
“Dia tidak pernah bilang berapa banyak, namun dia memberikan kesan yang kuat bahwa yang dijanjikan itu cukup besar” tutur Junaedi. (fie)

Rabu, 01 April 2015

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Rabu, April 01, 2015
gusmus-zikir_inul2
#IndonesiaTolakTakfiri - Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online.

Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam.

"Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015.

Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. "Dia tidak dunung (paham), tapi dia menguasai IT (informasi dan teknologi)," kata Gus Mus.

Di hadapan para dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang, Gus Mus meminta agar kalangan kampus ikut bergerak untuk menangani masalah tersebut. "Fakultas Syariah harus muncul di Internet. Biar yang lain hanya jadi bandingan saja," kata Gus Mus. Kampus harus memberi pemahaman kepada orang-orang yang tidak paham.

Gus Mus juga merasa heran kenapa gerakan Islam radikal seperti kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) ada pengikutnya di Indonesia. "ISIS payu (terjual) di Indonesia itu keterlaluan," kata Gus Mus.

Gus Mus juga heran munculnya orang-orang di televisi yang dengan gampang dilabeli ustad. Padahal, pemahaman agama mereka masih minim.

Gus Mus berujar banyak orang yang ingin meniru Nabi Muhammad secara salah kaprah. Ia mencontohkan adanya kelompok di Islam yang merasa sudah seperti Nabi Muhammad ketika hanya memakai jubah, surban, dan berjenggot. Padahal, wajah dan perilakunya selalu marah ke orang lain. Bahkan, kata Gus Mus, mereka ini menyalahgunakan nama Allah untuk melakukan kerusakan. Meski berjubah ingin meniru Nabi Muhammad, mereka justru mengkafirkan orang yang sudah Islam. Bukan seperti perjuangan para Walisongo yang mengislamkan orang yang belum Islam, Gus Mus menegaskan.

Gus Mus berpendapat meniru Nabi Muhammad tidaklah dengan cara memakai jubah, surban, dan berjenggot. Sebab, kata Gus Mus, orang-orang Arab yang memusuhi Nabi Muhammad juga memakai surban dan jubah, seperti Abu Jahal.

"Jika pakai jubah tapi wajahnya selalu marah, maka itu bukan mengikuti Muhammad, tapi mengikuti Abu Jahal," kata Gus Mus.

Gus Mus menyatakan Nabi Muhammad memakai surban dan jubah sebagai pakaian budaya dan adat masyarakat Arab saat itu. Itu sebabnya, Gus Mus mengaku juga selalu memakai pakaian adat lokal, seperti batik, sebagai wujud untuk mengikuti Nabi Muhammad. "Wajah selalu tersenyum dan ramah," kata Gus Mus. [Tempo]

Selasa, 31 Maret 2015

Warga Negara Indonesia "Mudah" Gabung dengan ISIS

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Selasa, Maret 31, 2015
#IndonesiaTolakTakfiri -Cukup mudah bagi warga negara Indonesia untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam atau ISIS di Indonesia. Demikian penjelasan pengamat terorisme, Al Chaidar.

"ISIS sudah disetujui dan didukung oleh tokoh-tokoh ulama besar yang saat ini sangat dihormati, seperti Ustaz Abu Bakar Baasyir, Aman Abdurrahman, dan juga pejuang-pejuang yang dianggap radikal, seperti Santoso," ujar Al Chaidar, Senin (16/3/2015).

Al Chaidar menambahkan, banyaknya iklan atau informasi yang diberikan oleh ISIS yang menjanjikan pengikut ISIS dengan gaji yang tinggi atau kesempatan untuk berjihad juga memicu maraknya warga negara Indonesia yang tergiur untuk bergabung dengan ISIS.

Maraknya situs-situs di Indonesia yang berhubungan dengan ISIS dibenarkan oleh juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Irfan Idris. BNPT telah berupaya untuk memblokir situs-situs tersebut, tetapi hingga kini usaha tersebut belum membuahkan hasil.

''Masalahnya, kalau provider-nya bukan di Indonesia, kan tidak semudah yang kita bayangkan untuk menutup. Karena prinsip mereka (ISIS) ya, patah satu tumbuh seribu. Yang perlu kita galakkan bagaimana masyarakat ikut memerangi itu melalui dunia maya lewat media," kata Irfan.

Selain itu, Al Chaidar menjelaskan, jika Pemerintah Indonesia benar-benar berniat untuk menolak ISIS bergabung dengan Indonesia, pemerintah dapat menggunakan kelompok-kelompok lain di Indonesia untuk berusaha menyebarkan paham anti-ISIS.

Pemerintah Indonesia sejak Agustus 2014 menolak ideologi dan pengembangan ISIS di Indonesia.

Meski demikian, sekitar 500 warga negara Indonesia diduga telah bergabung dalam kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam atau ISIS. [Kompas]

Senin, 30 Maret 2015

Mengapa Pemerintah Tidak Berani Tindak Tegas “ISIS”?

Posted by Husein Yusuf Izzatulloh On Senin, Maret 30, 2015
#IndonesiaTolakTakfiri -Anggota Komisi VIII DPR Jalaluddin Rakhmat mengaku heran dengan sikap Pemerintah Indonesia yang tidak mengambil langkah tegas dalam menanggapi penyebaran paham ISIS (Islamic State Iraq and Syria) di Tanah Air. Padahal, menurut dia, ideologi yang disebarkan ISIS sangat bertentangan dengan Pancasila, sekaligus mengancam keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Menarik bagi saya, mengapa pemerintah membiarkan kelompok ini, tidak berani mengambil sikap tegas, padahaL paham ISIS jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Jalaluddin kepada satuharapan.com di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/3).

Selain itu, dia memaparkan paham ISIS menginginkan pendirian syariat islam yang sesuai dengan Khilafah Islamiyyah. Bahkan, menurut Jalaluddin, paham ISIS juga ingin menghapuskan seluruh agama yang berbeda dengan mazhab mereka.

Politisi PDI Perjuangan itu memaparkan ada dua akar kelahiran paham ISIS di Indonesia, yakni teologis dan sosiologis. Dari akar teologis, kata dia, mazhab ISIS adalah Sunni, di mana terbagi menjadi empat, yakni Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali. Menurut Jalaluddin, Hambali di bawah pimpinan Imam Ahmad bin Hambal cenderung menolak hal-hal bersifat penafsiran agama.

“Contohnya, kalau dikatakan nabi itu berjanggut mereka juga mengharuskan orang berjanggut, penafsirannya benar-benar tekstual terhadap dalil dalam Al Quran, bahkan pada hadis yang mengatakan potong tangan, mereka lakukan potong tangan,” kata dia.

“Demikian juga dengan perintah berperang, maka mereka akan berperang,” politisi PDI Perjuangan itu menambahkan.

Padahal, Jalaluddin melanjutkan, Al Quran mengatakan seseorang diizinkan memerangi orang yang memerangi lebih dahulu. “Ini malah ambil ayat lain, bunuhlah orang kafir itu dimanapun kamu temukan mereka, padahal konteksnya bunuh orang kafir yang memerangi,” ujar Anggota Komisi VIII DPR.

Ia pun menegaskan, ada ayat dalam Al Quran yang mengajarkan tidak ada salahnya manusia berbuat baik kepada orang kafir yang tidak mengusir kita dari dari kampung halaman sendiri. “Tapi mereka hanya ambil seayat saja, itu lah ideologi ISIS,” kata Jalaluddin.

Sementara dari akar sosiologis, kata dia, di Indonesia pernah ada kelompok sejenis yakni DI/TII (Daarul Islam/Tentara Islam Indonesia), yang sama-sama mengatakan jihad adalah hal wajib. Menurut dia, kelompok tersebut memiliki tujuan yang sama dengan ISIS, yakni mendirikan negara Islam.

Oleh karena itu, Jalaluddin berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah antisipatif penyebaran paham ISIS di Indonesia. Sebab, menurut pandangannya, penyebaran paham ISIS di Indonesia telah mendapat dukungan dari beberapa kelompok.

Menurut dia, hal tersebut semakin terlihat ketika kelompok berbentuk partai politik tersebut menolak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang mengenai Radikalisme. “Itu menunjukkan dalam hati terdalam mereka setuju keberadaan paham ISIS. Ini cara yang berbeda saja, kalau kelompok militan ISIS berjuang di lapangan, mereka lewat parlemen,” kata dia.

“Intinya, sebenarnya pemerintah sangat mudah mencegah penyebaran paham ISIS ini, tinggal mau atau tidak,” kata Jalaluddin. 

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Tentang Kami


Hak Cipta Hanyalah Milik Allah Semata. Kaum Muslimin Berhak Memanfaatkan Semua Postingan di Blog Ini untuk Tujuan Kemaslahatan Umat. SHARE YOUR KNOWLEDGE FOR FREE!!